Batas Waktu Sahur saat Puasa Ramadhan

Batas Waktu Sahur saat Puasa Ramadhan – Bulan puasa Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu oleh umat islam di seluruh dunia. Karena pada bulan ini, segala amal akan dilipatgandakan. Baik itu adalah amal baik maupun amal keburukan semua akan dilipatgandakan. Pada bulan ini juga spiritual umat manusia diuji dengan bagaimana menahan diri dari makan dan minum serta segala sesuatu yang bisa membatalkannya, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Waktu makan dan minum yang dianjurkan dalam islam bagi orang yang berpuasa adalah saat makan berbuka puasa pada saat maghrib dan makan sahur yaitu makan yang dilakukan tengah malam hingga sebelum terbitanya fajar. Makan sahur ini sangat dianjurkan dalam menjalani puasa. Nah, dalam artikel ini akan dibahas Batas Waktu Makan Sahur saat Puasa Ramadhan.

batas waktu sahur

Pengertian dari makan sahur merupakan salah satu aktivitas memakan serta meminum sesuatu yang dapat mengenyangkan dan dapat dilakukan di malam hari sekitar jam 01.00 malam hingga batas waktu sat masuk Imsak. Makan sahur sendiri umumnya dilakukan oleh semua umat islam baik pria ataupun wanita yg telah mencapai baligh atau dewasa yang akan menjalani ibadah puasa pada keesokan harinya, maka tubuh memerlukan pasokan makanan maupun minuman untuk menjaga daya tahan tubuh dalam menjalani ibadah berpuasa selama hampir 12 jam lamanya.

Tata cara berpuasa sendiri pada hakikatnya memang sangat mudah sekali, kita hanya perlu makan atau meminum sesuatu meskipun sedikit sebelum menjelang waktu Imsak sebab apabila kita makan sahur setelah masuk waktu imsak, maka kita hal itu berbarti puasa kita dinilai batal. Karena menurut sebagian ulama, syarat puasa adalah  dilakukan dari waktu Imsak hingga saat terbenamnya matahari. Sedangkan untuk waktu makan dan minum sahur sangat diutamakan minimal waktu saat kita tidak terlalu mendekati dan juga tidak terlalu jauh daripada waktu imsak. Hal ini agar kita tidak terburu – buru saat melakukan aktifitas makan dan minum ini.

waktu sahur

Namun, ada pandangan lain yang menyatakan bahwa batas puasa adalah saat terbitnya fajar, bukan saat diumumkannya imsak. Fajar hakikatnya ada dua, yaitu fajar katib dan fajar shiddiq. Fajar katib adalah fajar yang menipu karena setelah munculnya fajar ini lalu langit akan gelap kembali. Sedangkan fajar shiddiq atau fajar yang benar akan diikuti dengan terbitnya matahari. Nah, untuk Batas Waktu Makan Sahur saat Puasa Ramadhan yang dimaksud disini adalah masuknya waktu subuh, sehingga kita dianggap boleh makan dan minum sampai menjelang waktu subuh. Karena setelah waktu inilah fajar akan terbit. Para ulama juga telah menjelaskan jika barang siapa yang yakin akan terbitnya fajar shodiq (tanda masuk waktu shalat shubuh), maka ia wajib imsak (menahan diri dari makan serta minum serta dari setiap pembatal). Jika, di dalam mulutnya ternyata masih ada makanan saat itu, ia harus memuntahkannya. Jika tidak, maka puasanya batal.

Adapun keutaman dari makan saat sahur saat berpuasa yang paling besar yang bisa diperoleh untuk mereka adalah dengan makan saat sahur ini mereka mendapat keberkahan dan pahala sebab makan sahur saat bulan puasa ini hukumnya sunnah, namun jika tidak melakukannya tidak akan mendapatkan dosa. Kita sebagai umat muslim yang taat, sudah sepatutnya menjalankan anjuran yang dicontohkan Nabi ini agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Puasa yang penuh dengan hikmah dan keberkahan yang dilipatgandakan harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab kita tidak pernah tahu apakah kita masih akan dipertemukan dengan bulan puasa selanjutnya atau tidak. Demikianlah ulasan tentang Batas Waktu Makan Sahur saat Puasa Ramadhan yang bisa menjadi bahan informasi untuk anda. Terimakasih dan selamat membaca.